Membangun Rumah Ibadah, Merawat Harapan: Karya Bakti Satgas Kostrad di Tapal Batas Negeri
Malaka, NTT, 17 Maret 2026 — Di tengah hamparan wilayah perbatasan yang tenang, aktivitas sederhana namun penuh makna terlihat di Kapela St. Yoseph, Dusun Metamauk, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka. Prajurit Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad bersama masyarakat setempat bergotong royong membangun dan menata rumah ibadah, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan karya bakti yang dilaksanakan melalui Pos Motamasin ini menjadi lebih dari sekadar pekerjaan fisik. Ia menghadirkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat untuk saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah perbatasan.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari membersihkan lingkungan, memasang pagar, hingga membantu proses pelebaran bangunan kapela. Setiap bagian dikerjakan bersama, tanpa sekat antara prajurit dan warga.
Di tengah proses tersebut, terlihat bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh bangunan, tetapi juga memperkuat hubungan antarmanusia.
Danpos Motamasin, Serka Ahmad Hadi Jatmiko, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Satgas untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Satgas di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan, tetapi juga membawa misi kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Kami ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, membantu apa yang menjadi kebutuhan mereka, termasuk dalam pembangunan tempat ibadah,” ujarnya.
Kapela St. Yoseph bagi masyarakat setempat bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga ruang berkumpul, berbagi, dan memperkuat iman. Oleh karena itu, upaya untuk memperbaiki dan memperluas bangunan tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan warga.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di wilayah perbatasan, kekuatan utama tidak hanya terletak pada penjagaan wilayah, tetapi juga pada kebersamaan dan kepedulian yang terus dirawat.
Melalui karya bakti ini, Satgas Yonarmed 12 Kostrad menunjukkan bahwa membangun negeri tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama dengan hati.
Penulis: Romo Kefas
