Bogor – Di saat banyak perayaan hanya berhenti pada simbol, Ibadah Paskah di Pos Pelayanan Keesaan Yesus Kristus Immanuel, Binong, Desa Iwul, Kabupaten Bogor, justru menunjukkan arah yang berbeda. Hingga saat ini, ibadah masih berlangsung dengan satu penekanan kuat: iman harus tetap berdiri, Minggu (5/4/2026).
Sejak dimulai sore hari, arus kehadiran jemaat terus mengalir. Tidak ada gejala penurunan semangat. Justru, intensitas ibadah terlihat stabil—bahkan semakin fokus seiring berjalannya waktu.
Rangkaian pujian dan penyembahan berjalan tanpa jeda yang sia-sia. Setiap bagian ibadah mengarah pada satu tujuan: mempertegas makna kebangkitan Kristus sebagai kekuatan hidup, bukan sekadar perayaan tahunan.
Saat ini, Pdt. Tony Lekes masih menyampaikan firman Tuhan dengan tema “Iman Kebangkitan” dari Yohanes 20:29. Penekanannya tegas—iman tidak boleh bergantung pada situasi yang berubah-ubah.
“Kalau iman hanya berdiri saat keadaan baik, itu bukan iman. Iman justru diuji saat tidak ada kepastian,” tegasnya di hadapan jemaat.
Di balik jalannya ibadah ini, peran Gembala Sidang Pdt. Joko Sugiri, S.Th menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga arah pelayanan tetap konsisten dan tidak kehilangan esensi.
Pelaksanaan ibadah juga dilengkapi dengan Sekolah Minggu yang berjalan aktif, serta Perjamuan Kudus yang akan menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah yang masih berlangsung.
Menariknya, tanpa kemasan besar, ibadah ini justru tampil lebih “berisi”. Tidak banyak distraksi, tidak berlebihan—namun langsung pada inti. Hal ini membuat keterlibatan jemaat terlihat lebih nyata dan terarah.
Hingga berita ini diturunkan, ibadah masih berlangsung dengan kondisi yang tertib dan penuh partisipasi.
Perayaan Paskah di Binong kali ini seolah menegaskan satu hal: iman yang hidup tidak dibangun dari suasana, tetapi dari keteguhan yang terus dijaga.
Jurnalis : Atma
Editor : Tim Redaksi
