Bandar Sabu 3 Kg yang Lama Diburu Akhirnya Tertangkap, Polisi Sampang Bongkar Jejak Jaringan
Sampang — Setelah sempat buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO), seorang pria berinisial “S” yang diduga terkait kasus sabu seberat 3 kilogram akhirnya berhasil diringkus Satresnarkoba Polres Sampang.
Penangkapan dilakukan di wilayah Kecamatan Ketapang pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Tersangka sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu sosok penting dalam jaringan peredaran narkotika yang tengah diselidiki aparat.
Keberhasilan ini menjadi titik terang dari pengungkapan kasus besar yang terjadi pada 22 Februari 2026, ketika polisi menemukan barang bukti sabu dalam jumlah signifikan.
Perburuan Berujung Penangkapan
Nama “S” mencuat setelah polisi mengembangkan kasus sebelumnya. Dari situlah, aparat mulai melakukan pelacakan intensif hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka.
Meski demikian, polisi belum mengungkap secara rinci peran tersangka dalam jaringan tersebut. Penyidikan masih terus berjalan untuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.
Apresiasi, Tapi Publik Menunggu Langkah Lanjutan
Penangkapan ini menuai apresiasi dari berbagai pihak. Wakil Ketua Ormas Macan Asia Indonesia DPD Kabupaten Sampang, M Sahi, menyebut langkah tersebut sebagai bukti keseriusan aparat dalam memberantas narkotika.
Namun, di tengah apresiasi itu, muncul pula harapan agar pengungkapan tidak berhenti pada satu orang saja.
“Ini langkah penting, tapi kami berharap aparat bisa mengembangkan kasus ini hingga ke jaringan yang lebih besar,” ujarnya.
Jaringan Masih Jadi Teka-teki
Kasus narkotika dengan barang bukti kilogram kerap mengindikasikan adanya jaringan terorganisir. Karena itu, publik kini menunggu sejauh mana aparat mampu menelusuri alur distribusi dan pihak-pihak yang berada di baliknya.
Polisi sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan perkara ini dan menindak setiap pihak yang terbukti terlibat sesuai hukum yang berlaku.
Perang Melawan Narkoba Belum Usai
Peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius di berbagai daerah, termasuk Sampang. Penangkapan ini menjadi satu langkah, namun belum menjadi akhir dari upaya panjang pemberantasan narkoba.
Keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi dinilai menjadi kunci untuk membantu aparat mempersempit ruang gerak para pelaku.
Sumber: SH
Jurnalis: RM_Kfs
