Jakarta, 14 April 2026 – Upaya memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai tulang punggung ekonomi lokal mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Sampang. Hal tersebut tercermin dari capaian yang diraih dalam ajang Top BUMD Awards 2026 di Jakarta.
Dalam forum tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menerima penghargaan sebagai Top Pembina BUMD 2026, sebuah bentuk apresiasi atas konsistensinya dalam membangun sistem pembinaan yang mendorong BUMD menjadi lebih adaptif dan profesional.
Di saat yang sama, PT BPR Syariah Sampang (Perseroda) turut mencatatkan prestasi penting dengan meraih Golden Trophy dan predikat BPRS Bintang 5. Penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa kinerja perusahaan daerah ini dinilai stabil, sehat, dan memiliki daya saing di tingkat nasional.
Direktur Utama BPRS Sampang, Syaifullah Asyik, juga mendapat pengakuan melalui penghargaan Top CEO BUMD 2026, yang menilai kepemimpinan strategis dalam mengelola perusahaan di tengah tantangan sektor keuangan yang terus berkembang.
Menurut Syaifullah, capaian tersebut tidak dapat dilepaskan dari proses pembenahan internal yang dilakukan secara bertahap, termasuk penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan.
“Kami memandang penghargaan ini sebagai konsekuensi dari kerja kolektif yang panjang. Fokus kami tetap pada bagaimana memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Slamet Junaidi menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menjadikan BUMD sebagai instrumen pembangunan, bukan sekadar entitas bisnis.
“BUMD harus mampu menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi sosial. Karena itu, pembinaan kami arahkan pada profesionalisme dan keberlanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan ke depan menuntut BUMD untuk lebih inovatif, terutama dalam merespons perubahan ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa daerah memiliki peluang besar untuk tumbuh secara mandiri, selama pengelolaan institusi ekonominya dilakukan secara terarah dan konsisten.
Sumber: SH
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi
