Bukan Sekadar Seremonial: Kejurkot U-15 Voli Pasir Bekasi Uji Keseriusan Pembinaan Atlet
Kota Bekasi — Di tengah maraknya kegiatan olahraga yang kerap berakhir sebagai seremonial semata, Kejuaraan Kota (Kejurkot) U-15 Voli Pasir di Lapangan Ciketing Udik, Sabtu (25/4/2026), justru menghadirkan pertanyaan penting: sejauh mana keseriusan pembinaan atlet muda di Bekasi?
Ajang yang digelar PBVSI Kota Bekasi ini memang berlangsung kompetitif dan penuh semangat. Para atlet muda tampil dengan energi tinggi, memperlihatkan potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Namun lebih dari itu, Kejurkot ini menjadi cermin—bahwa bakat besar sudah ada, tetapi membutuhkan sistem pembinaan yang konsisten dan terarah.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan seperti ini harus menjadi bagian dari proses jangka panjang, bukan sekadar agenda tahunan.
“Jangan berhenti di event. Pembinaan harus berkelanjutan agar atlet kita benar-benar siap bersaing,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penekanan bahwa tantangan utama bukan hanya menyelenggarakan kompetisi, tetapi memastikan keberlanjutan pembinaan setelahnya.
Rencana pengembangan kawasan Ciketing Udik menjadi pusat olahraga terpadu pun menjadi langkah strategis yang patut diapresiasi. Namun, publik tentu menanti realisasi konkret, bukan sekadar wacana.
Di sisi lain, para atlet muda telah menunjukkan bahwa mereka siap jika diberi ruang. Mereka bertanding dengan penuh determinasi, menunjukkan mental yang mulai terbentuk—meski masih membutuhkan pendampingan yang lebih serius.
Kejurkot U-15 ini pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang menang dan kalah. Lebih dari itu, ia menjadi momentum evaluasi—apakah Bekasi benar-benar siap melahirkan atlet berprestasi, atau masih berada di tahap seremoni.
Jawabannya akan ditentukan bukan hari ini, tetapi dari apa yang dilakukan setelah peluit akhir dibunyikan.
Romo Kefas
Editor Tim Redaksi
