Jakarta — Pelaksanaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang berlangsung tertib di berbagai daerah dinilai mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan perlindungan hak warga negara.
Anggota Komisi III DPR RI, , menyampaikan bahwa pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian menunjukkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada penghormatan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat.
Menurutnya, aksi buruh yang berjalan tanpa gangguan berarti menjadi indikator bahwa ruang demokrasi tetap terjaga dalam koridor hukum.
Hak Berpendapat dan Ketertiban Umum
Aksi May Day merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Dalam konteks ini, aparat memiliki peran untuk memastikan kegiatan tersebut berlangsung tanpa melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Pengamanan yang dilakukan dinilai mampu menjaga kedua aspek tersebut secara seimbang.
Pendekatan Proporsional
Penggunaan pendekatan yang proporsional menjadi salah satu kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif. Aparat tidak hanya hadir sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai pihak yang memastikan tidak terjadi pelanggaran hak warga.
Hal ini tercermin dari pelaksanaan aksi yang berjalan tertib tanpa eskalasi yang signifikan.
Peran Aparat dalam Negara Hukum
Dalam sistem negara hukum, aparat kepolisian memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban sekaligus melindungi hak masyarakat.
Pengamanan May Day 2026 dinilai menjadi contoh bagaimana fungsi tersebut dapat dijalankan secara bersamaan.
Apresiasi terhadap Kinerja Aparat
Aboe Bakar menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran kepolisian atas kinerja dalam mengawal jalannya aksi buruh.
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kesiapan aparat serta penerapan strategi yang tepat di lapangan.
Catatan untuk Ke Depan
Ke depan, pendekatan yang mengedepankan prinsip hukum dan perlindungan hak warga diharapkan dapat terus diterapkan dalam berbagai kegiatan publik lainnya.
Dengan demikian, stabilitas keamanan dan kualitas demokrasi dapat berjalan seiring.
Jurnalis: Romo Kefas


