DARI FORUM SIDANG KE ARAH PERGERAKAN: SP1MD GGP JAWA BARAT TEGASKAN KOMITMEN PELAYANAN DAN REGENERASI KEPEMIMPINAN
Cimahi, 20 Juni 2026 – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi gereja pada era modern, mulai dari perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan regenerasi pemimpin, keluarga besar Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Jawa Barat memilih untuk tidak berjalan tanpa arah. Melalui Sidang Pelengkap I Majelis Daerah (SP1MD) GGP Jawa Barat 2026, para pemimpin gereja berkumpul untuk memastikan bahwa pelayanan terus bergerak dengan visi yang jelas dan langkah yang terukur.
Bertempat di GGP One Gospel Cimahi, forum yang dihadiri para pengurus Majelis Daerah, Majelis Wilayah, dan gembala jemaat dari berbagai daerah ini berlangsung dalam suasana yang jauh dari kesan formalistik. Yang terlihat justru semangat membangun, berdiskusi, dan mencari solusi bersama demi kemajuan pelayanan.
Tema “Menolak Berhenti” yang menjadi roh kegiatan tidak hanya terdengar dalam sesi ibadah dan seminar, tetapi juga tercermin dalam setiap agenda persidangan yang berlangsung sepanjang hari.
Persidangan yang Berangkat dari Realitas Pelayanan
Berbeda dengan banyak forum organisasi yang hanya berfokus pada laporan administratif, SP1MD Jawa Barat kali ini lebih banyak berbicara tentang realitas pelayanan yang dihadapi para gembala di lapangan.
Setelah persidangan dinyatakan sah karena memenuhi ketentuan kuorum, peserta langsung memasuki agenda evaluasi pelayanan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Daerah Jawa Barat, Pdt. Semuel Benaja, ST., MPd.
Dalam laporan yang disampaikannya, Pdt. Semuel tidak hanya memaparkan capaian organisasi, tetapi juga menyoroti berbagai tantangan yang masih harus dihadapi bersama, mulai dari penguatan wilayah pelayanan, pembinaan jemaat, hingga peningkatan kapasitas para pemimpin gereja.
Menurut sejumlah peserta, laporan tersebut memberikan gambaran yang jujur tentang kondisi pelayanan di Jawa Barat sekaligus menunjukkan arah yang sedang dibangun untuk masa depan.
Setelah melalui pembahasan dan dialog yang berlangsung terbuka, seluruh peserta sidang akhirnya menyatakan menerima laporan tersebut secara penuh.
Laporan Ketua MADA Jawa Barat diterima secara aklamasi tanpa catatan dan tanpa koreksi.
Keputusan itu menjadi cerminan bahwa para peserta melihat adanya kesinambungan antara visi, program, dan pelaksanaan pelayanan yang telah dilakukan selama ini.
Pelayanan Tidak Hanya Bertumbuh, Tetapi Juga Harus Menguatkan
Salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta adalah komitmen organisasi terhadap para gembala yang menghadapi berbagai pergumulan dalam pelayanan.
Dalam kesempatan tersebut, Pdp. Happy David Arifin, Bendahara MADA Jawa Barat, menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan jumlah jemaat atau program yang terlaksana.
Menurutnya, organisasi harus mampu hadir sebagai rumah yang memberikan dukungan kepada para pelayan Tuhan.
“Konsentrasi mayoritas dana yang ada saat ini diarahkan untuk membantu para gembala yang sedang banyak bergumul. Kita ingin memastikan bahwa mereka tetap kuat dalam menjalankan panggilan pelayanannya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mendapatkan apresiasi dari peserta sidang karena dinilai menunjukkan bahwa pelayanan yang sehat harus dibangun di atas semangat saling menopang.
Visi Besar Membutuhkan Cara Kerja yang Baru
Pembahasan berikutnya menyoroti pentingnya kesiapan organisasi menghadapi perubahan zaman.
Kasnadi Margaka dari Tim Ekonomi dan Kemitraan GGP mengingatkan bahwa pelayanan gereja tidak dapat lagi dijalankan dengan pola yang sama seperti beberapa dekade lalu.
Menurutnya, visi besar yang dimiliki GGP harus terus dijaga, tetapi cara mencapainya harus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
“Kita harus tetap menjaga integritas, kekompakan, dan visi yang sama. Namun strategi pelayanan perlu dimutakhirkan agar gereja mampu menjawab tantangan yang terus berubah,” katanya.
Pandangan tersebut mendapat dukungan luas dari peserta yang melihat pentingnya inovasi dalam pelayanan tanpa kehilangan nilai-nilai dasar gereja.
Forum yang Berbicara tentang Masa Depan
Puncak perhatian peserta terjadi ketika persidangan memasuki agenda pembahasan aspirasi daerah terkait kepemimpinan GGP periode mendatang.
Dalam sesi tersebut, setiap Majelis Wilayah (MAWIL) 1 sampai 13 diberikan kesempatan menyampaikan pandangan mengenai figur yang dinilai layak untuk diusulkan sebagai bakal calon Ketua Umum GGP periode 2026–2031.
Menariknya, pembahasan berlangsung tanpa dinamika yang memecah forum. Sebaliknya, para peserta lebih banyak berbicara mengenai kebutuhan organisasi ke depan dan karakter kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut.
Dari berbagai pandangan yang muncul, satu nama memperoleh dukungan yang konsisten dari berbagai wilayah, yakni Pdt. Dicky Suwarta, M.Th.
Ketika Rekam Jejak Menjadi Dasar Kepercayaan
Bagi para peserta sidang, dukungan terhadap Pdt. Dicky tidak lahir karena faktor popularitas ataupun jabatan semata.
Nama tersebut muncul karena banyak peserta memiliki pengalaman langsung melihat perjalanan pelayanannya selama bertahun-tahun.
Ketika memimpin Majelis Daerah Jawa Barat, Pdt. Dicky turut mengawal pertumbuhan pelayanan dari sekitar 35 jemaat menjadi 92 jemaat dalam kurun waktu empat tahun.
Namun yang lebih sering disebut para peserta bukan hanya pertumbuhan tersebut, melainkan pendekatan kepemimpinannya yang dianggap dekat dengan para gembala dan jemaat.
Ia dikenal aktif melakukan kunjungan pelayanan ke berbagai daerah, memberikan perhatian kepada gereja-gereja yang sedang berkembang, mendorong pembukaan ladang pelayanan baru, dan membangun komunikasi yang baik dengan para pelayan Tuhan.
Di bawah kepemimpinannya sebagai Ketua Umum GGP periode 2021–2026, semangat penguatan daerah, regenerasi pemimpin, dan pengembangan visi Threefold terus menjadi fokus pelayanan.
Karena itu, ketika forum akhirnya diminta mengambil keputusan, dukungan yang muncul berlangsung secara bulat.
SP1MD GGP Jawa Barat secara resmi mengusulkan Pdt. Dicky Suwarta, M.Th. sebagai Bakal Calon Ketua Umum GGP Periode 2026–2031.
Keputusan tersebut disambut tepuk tangan panjang dari peserta sidang.
Saat diminta memberikan tanggapan, Pdt. Dicky hanya menyampaikan satu kata:
“SIAP.”
Jawaban singkat itu sontak disambut antusias seluruh peserta yang hadir.
Menjaga Arah, Menyiapkan Generasi
Lebih dari sekadar menghasilkan keputusan organisasi, SP1MD Jawa Barat 2026 memperlihatkan bagaimana sebuah forum dapat menjadi tempat mempertemukan pengalaman masa lalu dengan harapan masa depan.
Dari ruang sidang di One Gospel Cimahi, para peserta tidak hanya berbicara tentang apa yang telah dicapai, tetapi juga tentang apa yang masih harus diperjuangkan.
Karena bagi mereka, gereja yang sehat bukan hanya gereja yang bertumbuh hari ini, tetapi gereja yang mampu menyiapkan generasi pemimpin untuk melanjutkan pelayanan pada masa yang akan datang.
Laporan Khusus: Tim Media PEWARNA Indonesia Jawa Barat
Editor: Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.
Cimahi, 20 Juni 2026


