Analyst Jalintar Simbolon, SH.: A Cold War Behind the Handling of Several Corruption Cases!
Jakarta – Pengamat Publik dan Kebijakan Hukum” Jalintar Simbolon.SH, menyoroti indentik adanya dugaan perang dingin dua sekondan terhadap dinamika penanganan kasus korupsi.
Jalintar mengatakan” Munculnya sejumlah perkara korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum dan di tengah perkembangan saat ini, perhatian publik muncul berbagai spekulasi mengenai adanya dinamika hubungan antara institusi penegak hukum, khususnya Polri dan Kejaksaan yang dinilai saling mengungkap perkara.
Dimana kondisi tersebut memunculkan persepsi publik mengenai adanya A cold war behind the handling of several corruption cases!” Perang dingin di balik penanganan sejumlah kasus korupsi.
Menurutnya, apabila benar terdapat perbedaan kepentingan di antara institusi maupun elite politik, maka hal tersebut harus diselesaikan secara profesional dan tidak mengganggu proses penegakan hukum.
Jalintar juga menyoroti berkembangnya opini yang mengaitkan dinamika tersebut dengan tokoh dua nasional yang melibatkan Menteri dan petinggi DPR, namun Ia menegaskan bahwa berbagai dugaan tersebut perlu dibuktikan dengan fakta dan tidak boleh dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan tanpa bukti yang sah.
Lebih lanjut Founder Kantor Hukum Parnagogo & Rekan Advokat Jalintar Simbolon.SH menegaskan “Yang terpenting adalah seluruh aparat penegak hukum tetap bekerja secara independen, profesional dan mengedepankan kepentingan hukum serta keadilan bukan kepentingan kelompok atau politik tertentu” Ucapnya.
Jalintar berharap seluruh pihak dapat menjaga soliditas antar-lembaga negara agar pemberantasan korupsi tetap berjalan efektif dan tidak menimbulkan polemik yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Sumber: Jalintar Simbolon.SH


