Jakarta — Keikutsertaan Helsgallery dalam ajang PERSIT BISA Volume II yang berlangsung di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta Selatan, 7–9 Mei 2026, menjadi momentum penting bagi pengembangan brand perhiasan custom karya anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 3 Spers PG Kostrad, Helda Slamet.
Melalui konsep custom jewelry yang elegan dan eksklusif, Helsgallery sukses menarik perhatian pengunjung selama tiga hari pelaksanaan pameran. Berbagai koleksi seperti cincin, gelang, kalung, bros hingga aksesori premium tampil memikat dengan sentuhan desain modern dan detail artistik yang menjadi ciri khas brand tersebut.
Brand yang dirintis Helda Slamet sejak 2011 itu awalnya berkembang dari hobi membuat perhiasan saat mendampingi tugas suami di Kupang. Seiring waktu, kreativitas tersebut terus berkembang hingga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional melalui berbagai pameran dan event kreatif.
Keikutsertaan dalam PERSIT BISA Vol. II Tahun 2026 memberikan pengalaman dan inspirasi baru bagi Helsgallery dalam mengembangkan kualitas produk maupun strategi pemasaran. Tingginya antusiasme pengunjung selama pameran menjadi bukti bahwa karya lokal Indonesia memiliki daya tarik dan mampu bersaing di pasar modern.
Pada hari terakhir pameran, Stand Helsgallery kembali dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Banyak koleksi unggulan yang berhasil terjual, bahkan sejumlah produk favorit hampir habis menjelang penutupan acara.
Helda Slamet mengaku bersyukur atas respon positif yang diberikan para pengunjung terhadap produk Helsgallery. Menurutnya, pelaksanaan PERSIT BISA tahun ini terasa lebih hidup dengan penataan booth yang lebih baik serta dukungan promosi yang mampu menarik perhatian masyarakat luas.
Selain peningkatan penjualan selama pameran berlangsung, Helsgallery juga memperoleh banyak relasi dan pelanggan baru. Tidak sedikit pengunjung yang meminta informasi kontak untuk melakukan pemesanan custom jewelry setelah acara selesai.
Koleksi gelang dan cincin menjadi produk yang paling diminati selama pelaksanaan pameran. Kehadiran media sosial juga dinilai memberikan pengaruh besar terhadap meningkatnya jumlah pengunjung yang datang langsung ke booth Helsgallery.
Bagi Helda Slamet, PERSIT BISA Vol. II bukan hanya sekadar ajang penjualan, tetapi juga menjadi ruang belajar dan inspirasi untuk terus menghadirkan inovasi baru dalam dunia perhiasan custom.
Melalui pengalaman tersebut, Helsgallery semakin optimistis untuk terus berkembang sebagai brand lokal yang mampu menghadirkan karya eksklusif dengan kualitas premium sekaligus membawa semangat pemberdayaan perempuan dan penguatan UMKM kreatif Indonesia.
Dengan kualitas produk, inovasi desain, dan sentuhan personal yang terus dijaga, Helsgallery berharap dapat terus memperluas pasar dan membawa karya anak bangsa semakin dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.
Persit Bisa, Kreativitas Lokal Indonesia Semakin Mendunia.
Romo Kefas


