Dari Perjalanan Hidup Yang Kelam & Penuh Dinamika” Habib Muchdar Assegaf, Kini Fokus Mengawal Keadilan Untuk Masyarakat
BANJARMASIN – Pemerhati publik dan kebijakan hukum, Habib Muchdar Hasan Assegaf, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi penegakan hukum, yang menurutnya masih menyisakan kesan tebang pilih juga menilai prinsip persamaan di hadapan hukum (equality before the law) harus benar-benar diwujudkan tanpa membedakan latar belakang, jabatan maupun status sosial seseorang.
Menurutnya “Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, dimana keadilan harus menjadi hak setiap orang tanpa pengecualian,” ujar Habib Muchdar
Di tengah usianya yang tidak lagi muda, Habib Muchdar dikenal tetap aktif membantu masyarakat yang mengaku mengalami ketidakadilan atau menghadapi persoalan hukum, adapun sejumlah warga, khususnya di Banjarmasin hingga keluar pulau masih mendatangi dirinya untuk meminta pendampingan, mediasi maupun masukan dalam penyelesaian berbagai persoalan, mulai dari sengketa tanah hingga perkara hukum yang mereka anggap merugikan.
Kemampuan Habib Muchdar membangun komunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk unsur pemerintah, aparat TNI dan Polri membuatnya kerap dipercaya menjadi mediator dalam menyelesaikan persoalan secara damai dan mengedepankan musyawarah.
“Habib Muchdar juga memiliki perjalanan hidup yang panjang dan penuh dinamika. Pada masa lalu, namanya pernah menjadi sorotan dalam sejumlah perkara hukum yang menyita perhatian publik dan pada masa mudanya yang penuh dinamika, Muchdar Hasan Assegaf pernah menjalani proses hukum dalam perkara pidana Pasal 340 KUHP yang sempat menjadi perhatian publik karena pelariannya dari lapas Salemba hingga Nusakambangan dimana pengalaman hidup tersebut membuat namanya dikenal luas di berbagai kalangan.
Dalam berbagai kesempatan, ia disebut memiliki relasi dengan sejumlah tokoh, termasuk John Kei dan Hercules, serta figur-figur lainnya, kini di usia yang semakin senja Habib Muchdar menyatakan memilih mengabdikan diri untuk membantu masyarakat dan mendorong penegakan hukum yang berkeadilan.
“Habib Muchdar mengaku memilih mengabdikan dirinya untuk membantu masyarakat, Ia memegang prinsip hidup bahwa lebih baik menjadi “garam” yang memberi manfaat bagi banyak orang daripada menjadi “berlian” yang hanya dikagumi karena kemewahannya.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran berharga yang membentuk cara pandangnya terhadap pentingnya penegakan hukum yang adil, transparan dan berlandaskan kemanusiaan.
Selanjutnya Habib Muchdar yang kerap aktif di berbagai kegiatan sosial dan pendampingan masyarakat, Ia berharap keadilan hukum di Indonesia semakin berpihak kepada kebenaran serta mampu memberikan perlindungan yang sama bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi” Tutupnya. (Gunawan)


