Pemkot Jakarta Pusat Perkuat Layanan Sosial Lewat Program Hapus Tato Gratis, Semangat Berubah Dapat Dukungan
JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat terus memperluas pelayanan yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. Salah satunya melalui layanan hapus tato gratis yang digelar bersama Baznas Bazis DKI Jakarta dalam rangkaian Gebyar Muharram 1448 Hijriah.
Program yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (29/6), mendapat sambutan luas dari masyarakat. Tidak sedikit peserta yang rela datang sejak pagi, bahkan berasal dari luar wilayah DKI Jakarta, demi memperoleh kesempatan mengikuti layanan tersebut.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa program sosial berbasis kebutuhan masyarakat masih sangat diperlukan. Menurutnya, layanan hapus tato bukan sekadar pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan bagi warga yang ingin membuka lembaran baru dalam kehidupannya.
“Melalui momentum Tahun Baru Islam, kami ingin menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Respons yang kami terima sangat positif dan akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program ke depan,” ujar Arifin.
Ia menjelaskan, layanan tersebut disediakan selama dua hari dengan kuota 100 peserta. Namun, jumlah peminat jauh melebihi kapasitas yang tersedia. Kondisi itu menunjukkan masih banyak warga yang membutuhkan akses terhadap layanan penghapusan tato, tetapi terkendala biaya apabila harus dilakukan secara mandiri.
Arifin menambahkan, proses penghapusan tato menggunakan teknologi laser memerlukan beberapa tahapan sehingga peserta tidak dapat langsung memperoleh hasil dalam satu kali tindakan. Karena itu, sebagian warga telah mengikuti program serupa secara bertahap melalui fasilitasi Baznas Bazis DKI Jakarta.
Selain meninjau pelaksanaan kegiatan, Arifin juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempertimbangkan secara matang setiap keputusan yang berdampak jangka panjang terhadap diri sendiri. Ia berharap masyarakat lebih mengutamakan pilihan yang membawa manfaat bagi masa depan.
Salah seorang peserta, Susi (36), mengaku bersyukur atas terselenggaranya program tersebut. Ia mengatakan sebelumnya pernah menjalani penghapusan tato di fasilitas kesehatan, namun biaya yang cukup tinggi membuat prosesnya tidak dapat diselesaikan.
“Dengan adanya program ini saya bisa melanjutkan proses penghapusan tanpa harus memikirkan biaya yang besar. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.
Melalui Gebyar Muharram, Pemkot Administrasi Jakarta Pusat bersama Baznas Bazis DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program sosial yang inklusif, mudah diakses, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Tingginya partisipasi warga menjadi dorongan agar pelayanan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.


